Sabtu, 24 November 2012

7 Tips Mudah Merawat Kain Batik


Agar tetap awet dan memiliki warna yang cemerlang, kain batik tulis sebaiknya dirawat dengan cara yang khusus, terutama saat mencuci kain/baju batik. Mencuci kain/baju batik tidak sama dengan mencuci kain/baju pada umumnya, karena dibuat dengan bahan yang berbeda dengan kain/baju biasa, sehingga harus  hati-hati dalam mencucinya.
kain batik solo
Berikut ini tips merawat kain/baju batik agar tetap awet dan warnanya tidak cepat pudar:
1. Bila batik tidak terlalu kotor, untuk mencucinya cukup direndam dengan air hangat. Tetapi bila benar-benar kotor, misal terkena noda makanan atau minyak, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya yaitu cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk pada bagian yang kotor tersebut.
2. Saat mencuci kain/baju batik, tidak perlu menyikatnya, cukup dikucek lembut, terutama di bagian-bagian yang kotor saja (misal: bagian kerah) dan sebaiknya jangan menggunakan sabun deterjen, karena sifatnya yang terlalu keras sehingga dapat mengikis warna pada kain batik. Shampo rambut bisa digunakan untuk mencuci kain batik atau gunakan produk khusus yang banyak dijual di toko maupun galleri batik (misalnya: klerak)
3. Saat mencuci kain/baju batik, sebaiknya tidak usah diperas. Hindari juga penggunaan mesin cuci. Cukup ditarik bagian ujung-ujungnya saja agar kain/baju batik lurus kembali.
4. Sebaiknya tidak menjemur kain/baju batik di tempat yang langsung terkena sinar matahari, cukup dijemur ditempat teduh atau diangin-anginkan. Seperti diketahui bahwa sinar matahari secara langsung mampu membuat warna kain cepat memudar.
5. Sebaiknya tidak menyetrika kain/baju batik secara langsung. Setrika bagian dalamnya saja atau kalau terlalu kusut, lapisi dulu dengan kain bersih lain sebelum disetrika.
6. Sebaiknya tidak menyemprot kain/baju batik dengan parfum atau pengharum badan lainnya secara langsung, karena hal ini dapat merusak warna pada corak kain/baju batik.
7. Saat menyimpan kain/baju batik di lemari, sebaiknya hindari penggunakan kapur barus dan sejenisnya, karena dapat merusak kain/baju batik. Merica dan atau lada, yang dibungkus dengan tissue dan diletakkan di pojok-pojok lemari dapat digunakan untuk mengganti fungsi dari kapur barus.
Masih banyak cara-cara lain untuk merawat kain/baju batik agar tetap awet, dan semoga tips ini bisa bermanfaat.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar